
Hari Ini, Senin 28 September ( 2026). Pada tanggal dan bulan tersebut sarat dengan aneka peristiwa penting, di antaranya : tahun’ 1538 Pasukan Angkatan Laut Kesultanan Ottoman berhasil mengalahkan pasukan Angkatan Laut Republik Venesia dalam Pertempuran Preveza di perairan Preveza, Laut Tengah. Atas kemenangan itu, Kesultanan Ottoman berhasil merebut kekuasaan di perairan Preveza dari Republik Venesia, tahun 1998 – Google didirikan, tahun 1928, tahun 1825 – Stockton and Darlington Railway, kereta api publik pertama di dunia dan tahun 1950 – Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 Perserikatan Bangsa-Bangsa ( yang kini sudah Berusia 76 Tahun).
Dari rangkaian peristiwa di atas, yang patut, bahkan mesti kita catat, yakni pada tahun 1950 ( tepatnya 5 tahun pasca kemerdekaan), tanggal 28 September Indonesia secara resmi menjadi anggota dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) yang ke-60).
Namun pada 7 Januari 1965, atas dasar pertimbangan politik Bung Karno, Indonesia keluar dari keanggotaan PBB. Adapun salah satu alasannya, dia (Bung Karno) memandang , bahwa PBB tidak bersikap netral dan tidak mau mendengar atau menyelesaikan keberatan Indonesia atas konflik dengan Malaysia.
Dampak dari keputusan tersebut ( keluar dari keanggotaan PBB) Indonesia sempat terisolasi dari percaturan dunia. Pada perkembangan selanjutnya, yakni di era Presiden Soeharto, pada tanggal 28 Desember 1966, Indonesia memutuskan untuk bergabung kembali dengan PBB ( hingga sekarang).
Sebagai institusi yang bergengsi dan bermartabat, tentu semua anggotanya dituntut berpartisipasi aktif dalam menyumbangkan gagasan, pemikiran dan berperan langsung dalam setiap program yang digagas PBB.
Berikut ini, adalah bukti partisipasi dan sekaligus “: boleh dikata” sebagai wujud prestasi tersendiri yang dicapai indonesi dalam perannya sebagai anggota PBB, yaitu ( antara lain) :
- Indonesian tercatat sebagai Pelopor MINUSCA ( United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic/ Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah).
- PBB secara resmi menganugerahkan Medali Dag Hammarskjöld—penghargaan tertinggi bagi pasukan penjaga perdamaian—kepada para prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan misi kemanusiaan dunia.
- Menteri Luar Negeri Indonesia, Adam Malik, pernah terpilih dan sukses menjabat sebagai Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 pada tahun 1974.
Disamping yang terpapar di atas, ada yang mesti kita catat berkait dengan kiprah Indonesia di PBB, yakni pidato Presiden pertama kita Soekarno (Bung Karno) tanggal 30 September 1960 yang berjudul “To Build the World Anew” (Membangun Dunia Kembali). Dunia mencatat, bahwa pidato Bung Karno tersebut yang memperkenalkan Pancasila dianggap sebagai “legendaris” yang merupakan manifesto intelektual, ideologis, dan politik terbesar abad ke-20.
Disusul kemudian oleh pidato Presiden Prabowo pada sidang Umum PBB ke-80, Selasa 23 September 2025 yang sempat ” menggegerkan dunia”, karena ketegasannya membela Palestina yang membuat Perdana Menteri Israel dan Presiden Amerika ( khususnya ) kebakaran jenggot.
Namun setelah ikut menandatangani Piagam BoP ( Board of Peace) pada hari Kamis, 22 Januari 2026 di sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, kini dia menjadi “Macan Ompong” ( tidak lagi vokal menyuarakan kemerdekaan Palestina) . Mungkin merasa berterima kasih kepada Amerika ( Donald Trump), setelah dia ( Prabowo) bebas dari pencekalan yang lebih kurang berlangsung selama 20 tahun ( terhitung tahun 2000 hingga tahun 2020 saat ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo).
Malah dia ( Donald Trump) sempat menuji “setinggi langit” kepada dia ( Prabowo) hingga mengatakan “A man that I really like a lot, and he is definitely tough. I don’t want to fight him” ( Seorang pria yang sangat saya sukai, dan dia benar-benar tangguh. Saya tidak ingin berkelahi/melawannya).
Namun terlepas dari itu semua, yang jelas kita tetap patut untuk mengucapkan “Selamat kepada Indonesia menjadi anggota PBB ke 60 yang sudah berusia 76 Tahun”. Semogaa bisa berperan lebih maksimal dan konkret lagi demi perdamaian dunia ( pada umumnya).
Wallahu A’lam bi al-Shawab.

