Saepullah Sanusi

mediamatapena.com hari ini 11 September 2026, adalah rekaman peristiwa 25 ( dua puluh lima) tahun yang silam , tepatnya 2001. Pada tanggal, bulan dan tahun tersebut ( 2001) dunia mengabadikan satu nuktah peristiwa tragedi yang sungguh sangat memilukan, namun andai dipotret dari dimensi sisi lain, juga sekaligus memalukan.

Tragedi memilukan. Dua pesawat terbang yang konon dikendalikan oleh pembajak profesional dari kubu Al-Qaida, dalam kurun waktu tidak kurang dari dua jam mampu merobohkan dua gedung kokoh Menara Kembar World Trade Center di New York City, Amerika sebagai pusat perdagangan dunia yang sungguh masyhur itu. Akibat dari peristiwa tersebut, lebih kurang 3000 nyawa manusia melayang.

Untuk mengenang para korban dari peristiwa tragedi tersebut, tanggal 11 September dijadikan sebagai “Patriot Day” ( Hari Pahlawan). Adapun tradisi yang biasa dilakukan, di setiap tiba tanggal dan bulan tersebut, warga Amerika menaikkan bendera setengah tiang sebagai tanda berduka, lalu mengheningkan cipta yang dimulai pukul 08.46.

Terlepas dari akibat ulah serta prilaku Amerika yang pongah, arogan dan selalu bertindak penuh ketidakberadilan-lebih khusus terhadap Islam-, namun yang pasti atas nama prinsip kemanusiaan, kita juga turut menyatakan empati (berduka).

Sementara disebut “memalukan”, mengingat selama ini Amerika  meng dan diklaim, bahwa dirinya adalah satu-satunya negara di dunia yang menyandang gelar “super power” ( adidaya), karena keunggulannya yang nyaris di berbagai sektor, lebih spesial di sektor kecanggihan teknologi persenjataan dan kepiawaian inteligennya. Namun ternyata, dibuat tidak berdaya ketika diakali dan cerdasi oleh para pembajak di atas.

Tidak sebatas berhenti di kasus itu, jauh sebelumnya ( beberapa puluh tahun yang lalu) Amerika pun sempat dipermalukan yang sama. Faktanya, 7 Desember 1941 Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dengan menggunakan setidaknya 353 pesawat tempur, pesawat pembom, dan pesawat peluncur  dari 6 kapal induk AL berhasil membombardir Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat yang tengah berlabuh di Pangkalan AL Pearl Harbor.

Amerika, juga terlibat perang membantu Vietnam Selatan melawan Vietnam Utara yang berhaluan komunis, lebih kurang selama 20 tahun. Namun, ujung-ujungnya keok juga. Tanggal 30 April 1975, Vietnam Selatan dengan ibu kotanya Saigon menyerah tanpa syarat kepada Vietnam Utara. Hingga dinyatakan, bahwa perang Vietnam telah berakhir.

Apa, dan bagaimanapun sebuah negara yang mengklaim dirinya sok adidaya, sok super power, sok jagoan dan selalu bertindak tidak berkeadilan ( terutama terhadap Islam)-modelnya, makhluk Amerika ini-, lambat atau cepat akan dieksekusi di tiang gantungan sejarah.

Pada tahun 2003, ketika Amerika menginvasi Irak, Nelson Mandela mengkritik keras. Hingga ia mengatakan :
‘There is a country that has committed unspeakable atrocities in the world, it is the united states of america. they don’t care for human beings”, ( “Jika ada negara yang telah melakukan kekejaman yang tak terbayangkan di dunia, itu adalah Amerika Serikat. Mereka tidak peduli pada manusia”).

Wallahu A’lam bi al-Shawab.