
Kabupaten Serang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 pada 8 Oktober 2026. Momentum bersejarah ini menandai genap lima abad perjalanan Kabupaten Serang sejak berdiri pada 8 Oktober 1526.
Perayaan HUT ke-500 Kabupaten Serang tahun ini mengusung tema “Melangkah Bersama Menuju Serang Bahagia”. Dalam rangkaian peringatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyelenggarakan berbagai kegiatan dan pelayanan bagi masyarakat, di antaranya sunatan massal, bakti sosial, istighosah, serta sejumlah kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya.
Momentum lima abad ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi terhadap perjalanan pembangunan Kabupaten Serang. Terlebih, di tengah arus modernisasi, digitalisasi, dan industrialisasi global yang semakin pesat, generasi muda Serang memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan daerah.
“Di era modernisasi, digitalisasi, dan industrialisasi global saat ini, pemuda-pemudi Serang jangan hanya menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri. Pemuda harus tampil sebagai aktor yang ikut memajukan daerah,” ujar Cecep Azhar.
Menurutnya, menjadi aktor pembangunan berarti berani beralih dari sikap pasif—yang hanya melihat, mengkritik, dan mengeluh—menjadi pribadi yang aktif berpikir, bertindak, berinovasi, serta memberikan solusi terbaik bagi daerah.
“Pemuda harus mampu meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kapasitas diri. Kuasai ilmu pengetahuan, perbanyak pengalaman positif, dan jangan pernah malas. Hindari perilaku ugal-ugalan, sikap cuek atau acuh terhadap lingkungan, serta jangan sampai mencabut akar budaya dan kearifan lokal Banten,” tegas Cecep.
Ia menambahkan, generasi muda Serang harus tumbuh menjadi generasi yang kuat, tangguh, berani, profesional, dan pekerja keras. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan karakter ksatria atau jawara Banten yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik dan mental, tetapi juga memiliki kecerdasan intelektual, religiusitas, serta adab dan etika yang tinggi.
“Jadilah pemuda-pemudi yang memiliki karakter kuat, berintegritas, berilmu, religius, dan beradab. Kemajuan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menjadi penggerak perubahan,” lanjutnya.
Lima Abad Menjadi Momentum Evaluasi
Sementara itu, sebagaimana disampaikan Bupati Serang Hj. Ratu Zakiyah dalam rangkaian istighosah memperingati HUT ke-500 Kabupaten Serang, momentum lima abad atau setengah milenium tersebut harus menjadi bahan evaluasi mendalam terhadap berbagai kekurangan, khususnya dalam pelayanan publik serta harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terwujud.
Usia 500 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang seharusnya mendorong seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk melihat kembali apa yang telah dicapai sekaligus apa yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Pembangunan fisik tidak akan memiliki makna yang optimal apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan lahir dan batin serta kebahagiaan masyarakat. Karena itu, keberadaan industri yang semakin dekat dengan kawasan permukiman harus berjalan beriringan dengan terbukanya kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi putra-putri daerah.
Pertumbuhan industri juga perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, baik melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
“Serang Bahagia” Harus Menjadi Kenyataan
Bagi jajaran pemerintahan, momentum HUT ke-500 Kabupaten Serang hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen terhadap pelayanan publik yang prima serta pembangunan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat, terutama masyarakat kecil.
Suara masyarakat harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan. Pemerintah perlu terus membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi warga, dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Slogan “Serang Bahagia” jangan berhenti sebagai rangkaian kata yang indah dalam sebuah tema peringatan. Lebih dari itu, “Serang Bahagia” harus diwujudkan menjadi kondisi nyata yang dapat dirasakan oleh setiap warga Kabupaten Serang.
Lima abad perjalanan Kabupaten Serang seharusnya menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh: memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan, membuka kesempatan kerja, menjaga budaya dan kearifan lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk menjadi pelaku utama pembangunan.
Selamat HUT ke-500 Kabupaten Serang. Lima abad telah berlalu, saatnya melangkah bersama menuju Serang yang semakin maju, sejahtera, berbudaya, dan bahagia.

