PANDEGLANG – Kondisi jalan rusak di Kampung Sukajadi Barat, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, dikeluhkan warga. Jalan yang masih berupa hamparan batu itu dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan warga setempat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu, 20 September 2026, akses jalan di kampung tersebut belum beraspal dan hanya berupa pengerasan batu. Kondisi jalan yang terjal dan berbatu membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama ketika musim hujan.

“Kami hanya berpikir, apakah pemerintah sudah tidak peduli dengan kemajuan kampung kami. Ekonomi kami terkendala karena jalan rusak,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa disampaikan Erna Riani, seorang ibu rumah tangga yang setiap hari harus mendorong kursi roda anaknya, Erfan, untuk berangkat ke sekolah. Ia mengaku harus berjuang melewati jalan rusak dan berbatu tersebut.

“Memang ini kewajiban kami sebagai orang tua, tapi kami juga ingin seperti yang lain memiliki jalan yang layak. Erfan pernah nyaris terguling dari kursi rodanya ketika hendak berangkat ke sekolah,” ujar Erna.

Meski menghadapi keterbatasan akses, Erna mengaku tidak menyerah. Semangat anaknya untuk tetap bersekolah menjadi alasan ia terus mendampingi.

“Mau bagaimana lagi, Pak. Kami hanya melihat keinginan Erfan untuk bersekolah. Itu yang membuat kami harus selalu berjuang melewati jalan rusak,” tuturnya.

Kondisi jalan tersebut juga mendapat sorotan dari aktivis Pandeglang, Ketua LSM Pleton, Doris. Ia mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang menurut informasi warga sudah hampir 29 tahun tidak tersentuh pembangunan.

“Kami mengetahui perjuangan anak dan orang tuanya yang berjibaku melewati jalan berbatu saat ingin bersekolah. Informasinya sudah empat kali ganti Kepala Desa tidak tersentuh pembangunan. Jika pemerintah kecamatan, kabupaten, hingga provinsi tidak merespon, ada apa sebenarnya?” kata Doris yang akrab disapa Ustad Doris, Minggu, 20 September 2026.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera melakukan perbaikan jalan guna memperlancar akses ekonomi dan pendidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.