
MEDIA MATA PENA | SERANG – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap diwarnai hoaks dan berita sensasional, kehadiran media baru yang berkomitmen pada jurnalisme positif dan berimbang menjadi angin segar. Hal itu ditegaskan dalam rapat terbuka pimpinan perusahaan dan tim redaksi media online MataPena yang digelar di Kantor Redaksi MataPena, Grand Puri Regency, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat, 18 September 2026.
Rapat tersebut menjadi momentum konsolidasi jelang tayang perdana MataPena sebagai media online yang berfokus pada isu-isu lokal di Banten, khususnya Kota dan Kabupaten Serang.
Pimpinan Perusahaan MataPena Cecep Azhari, SH., S.H.I., MH., mengatakan, MataPena hadir bukan sekadar menambah daftar media online, melainkan untuk memberikan warna baru dengan menyajikan berita-berita yang positif, konstruktif, dan mengedukasi.
“Dengan tayang perdananya media online MataPena, mudah-mudahan bisa memberikan berita-berita positif dan mengedukasi kepada seluruh pembaca, terutama kepada seluruh narasumber. Kami ingin MataPena menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Cecep.
Ia mendorong seluruh jajaran redaksi untuk membangun sinergitas yang sehat dengan seluruh pemangku kepentingan, baik instansi pemerintah, TNI-Polri, swasta, maupun elemen masyarakat. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membantu akselerasi pembangunan daerah melalui pemberitaan yang membangun optimisme, bukan provokasi.
“Kami utamakan info-info yang bisa memberikan hal-hal positif dan membantu pemerintah dalam hal pembangunan di daerahnya. Kritik tetap perlu, tapi kritik yang membangun dan solutif,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi MataPena H. Mumu Munawar, SH., menekankan pentingnya profesionalisme dan etika jurnalistik di tengah tantangan era digital saat ini. Ia mengingatkan, jurnalis harus tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No. 40 Tahun 1999.
“Sebagai jurnalis kita harus bekerja secara profesional. Artinya, seorang jurnalis adalah penulis yang berjuang mencari berita tanpa lelah. Akan tetapi janganlah sesekali jurnalis itu bersikap seperti seorang penyidik atau polisi,” kata Mumu.
Ia menegaskan, tugas utama jurnalis adalah mencari, mengolah, dan menyajikan fakta apa adanya di lapangan secara berimbang, tanpa rekayasa dan tanpa fitnah.
“Kita adalah pencari berita yang sifatnya tidak mengada-ngada, harus berimbang dan jangan sampai menyampaikan berita yang sifatnya memfitnah narasumber. Maka kita harus sportif, apa yang ditemukan di lapangan secara kasat mata itulah yang kita tulis. Namun tetap harus berimbang, klarifikasi baik-baik dengan narasumber,” tuturnya.
Mumu menambahkan, MataPena akan mengusung semangat jurnalisme edukatif, yakni jurnalisme yang tidak hanya menyampaikan peristiwa, tetapi juga memberikan nilai pembelajaran, literasi, dan kontrol sosial yang sehat bagi pembaca.
“Dalam hal ini media online MataPena, akan terus berjuang mencari berita yang sifatnya mengedukasi dan mengkritik demi membangun. Kami ingin pembaca cerdas, narasumber nyaman, dan pembangunan daerah terbantu oleh pemberitaan kami,” pungkasnya.
Rapat terbuka tersebut ditutup dengan komitmen bersama seluruh tim redaksi untuk menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

