MEDIA MATA PENA | BANTEN, Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik berdasarkan pengamatan citra satelit dan model sebaran VAAC/VONA pada 5 September 2026.

Dalam pemantauan tersebut, terdeteksi awan abu vulkanik dengan ketinggian sangat tinggi hingga sekitar FL500 atau kurang lebih 50.000 kaki (15.200 meter) di atas permukaan laut. Sebaran abu pada lapisan atas tersebut bergerak dominan ke arah Barat (W).

Sementara itu, awan abu pada lapisan menengah terpantau hingga sekitar FL200 atau kurang lebih 20.000 kaki (6.100 meter), dengan pergerakan dari arah Selatan (S) menuju Tenggara (SE).

Berdasarkan prakiraan arah dan sebaran angin dalam periode 18 jam, pada 5 September 2026 pukul 08.10 hingga 14.10 UTC, abu vulkanik diperkirakan bergerak dominan ke arah Barat pada lapisan atas dan menuju Tenggara pada lapisan menengah.

Selanjutnya, pada periode 5 September 2026 pukul 20.10 UTC hingga 6 September 2026 pukul 02.10 UTC, sebaran awan abu diproyeksikan masih membentang ke arah Barat dan Tenggara.

Imbauan Keselamatan

Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah yang berpotensi dilintasi sebaran abu vulkanik seperti kawasan pesisir Selat Sunda, Banten, dan Lampung, diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan dan berada di wilayah terdampak paparan abu tipis disarankan menggunakan masker, terutama N95 atau masker medis, serta pelindung mata/kacamata.

Masyarakat juga diimbau menutup rapat tempat penampungan air bersih dan makanan untuk mencegah masuknya abu vulkanik.

Di sektor penerbangan, keberadaan awan abu vulkanik pada ketinggian hingga sekitar 50.000 kaki berpotensi mengganggu jalur penerbangan di wilayah Selat Sunda dan sekitarnya. Maskapai serta otoritas penerbangan diimbau terus memantau perkembangan dan menyesuaikan rute penerbangan apabila diperlukan.

Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau serta selalu mengikuti batas zona bahaya dan rekomendasi resmi yang ditetapkan oleh PVMBG dan instansi berwenang.

Sementara itu, Cecep Azhar selaku Advokat dan Akademisi UIN SMH Banten mengimbau masyarakat yang berada atau tinggal di wilayah yang berdekatan dengan lokasi Gunung Anak Krakatau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap perkembangan aktivitas vulkanik. Masyarakat juga diharapkan mengikuti setiap protokol, arahan, dan imbauan yang disampaikan oleh pemerintah setempat maupun instansi terkait.

“Yang terpenting masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Warga yang berada di wilayah berdekatan dengan lokasi tersebut agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti protokol serta arahan dari pemerintah setempat,” ujar Cecep Azhar.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.